Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Friday, August 04, 2006
Borg

Repot memang kalau berani mulai ndobos hal-hal yang menyangkut "kesukaan" atau "kegilaan" (tergantung dari kadarnya), bisa-bisa malah menuai protes, atau dalam kadar yang lebih ringan "ketidakpuasan" dari para pemirsa dobosan itu. Kemarin itu saya ndobos soal Star Trek yang dengan upaya sekeras saya mampu, saya potong di banyak bagian atas nama tenggang rasa, karena toh tidak semua orang yang berbaik hati nyambangi blog saya ini adalah penyuka Star Trek. Lha gara-gara motong itu Mas Yoyok sebagai penggemar Borg dan Blog kecewa. Maaf Mas, saya coba obati kekecewaan sampeyan itu dengan ndobos soal Borg kali ini, walaupun ini berarti harus menggeser jadwal terbit tulisan lain. Mudah-mudahan puas dan para pembaca yang bukan penggemar Star Trek bisa juga turut menikmati (at your own risk ya). Lha buat saya sendiri,  "anda puas saya lemas" ... bagus buat ditulis di bak truk.

Borg, mahluk hidup setengah mesin (cybernetic organism) memang banyak penggemarnya, baik sebagai hiburan maupun untuk lantas dijadikan kultur sendiri. Menurut saya itu terjadi karena Borg di satu sisi begitu dekat dengan kehidupan kita tetapi di sisi lain agak-agak tersembunyi. Bagaimana sejarahya, dari mana mereka berasal, bagaimana akhirnya, bagaimana kehidupan mereka, pertanyaan-pertanyaan model infotainment yang baru saja difatwai itu memang sudah jamak. Baiklah, saya mulai saja ...

Borg adalah nama yang diberikan pada sebuah entitas (mahluk) yang terdiri dari entah berapa banyak "individu" yang disebut drone atau Borg Drone. Kata individu sengaja saya beri tanda kutip karena dalam kamusnya Borg individualisme itu tidak ada, yang ada hanya kelompok. Borg  berasal dari Delta Quadrant dalam galaksi Bima Sakti, sama dengan galaksi tempat hidup kita ini. Bayangkan galaksi Bima Sakti ini seperti sebuah piring, lantas dibagi empat sama besar dengan titik tengah piring sebagai titik bagi, sehingga kita mendapatkan empat juring sama besar. Bagian kiri bawah adalah Alpha Quadrant di mana kita berada, lantas bergerak berlawanan dengan jarum jam, Beta Quadrant, Delta Quadrant dan yang ada di kiri atas adalah Gamma Quadrant. Kalau masih bingung bisa lihat peta di sebelah ini.

Borg memiliki rumah yang disebut Unimatrix yang sayangnya belum pernah di sensus ada berapa jumlahnya. Seingat saya nomer terbesar adalah Unimatrix 525 tempat asal drone Four of Twelve, yang muncul pada salah satu episode di Star Trek: Voyager. Soal nama drone yang aneh begitu, silahkan baca artikel sebelum ini. Borg hanya memiliki satu tujuan hidup, mendapatkan kesempurnaan. Borg dipimpin oleh seorang ratu dan seluruh Borg Drone ada di bawah kendali sang ratu ini. Seperti sudah saya katakan, sifat individu itu tak ada dalam Borg, semua kesadaran akan keberadaan diri sendiri dikumpulkan dalam hive mind yang pada akhirnya membentuk sebuah kesadaran bersama. Hive mind inilah yang membawa seluruh Borg untuk mencapai tujuan utamanya itu dengan sang ratu sebagai pucuk pimpinan tertinggi. Kepentingan pribadi, keinginan individu ditiadakan (termasuk keinginan pribadi sang ratu ... kalau ada) demi kepentingan bersama dan setiap drone lantas diberi tugas untuk mencapai kepentingan tersebut. Tidak ada toleransi di sini, kalau ada Borg yang mengalami kelainan, ya langsung diputus koneksinya ke hive mind dan biasanya lantas dienyahkan. He he he ... kok rasanya rada-rada akrab ya dengan situasi begini ya.

Sekarang asal-usul Borg. Lha ini, ndak jelas, lha wong waktu saya lahir itu Borg sudah ada duluan kok. Lagipula, tidak satupun serial dan film layar lebar Star Trek (seingat saya) yang menceritakan soal ini, walaupun ada beberapa indikasi. Guinan (diperankan oleh Whoopy Goldberg), sang bartender tua yang awet banget mukanya yang bertugas di Ten Forward (ruang leyeh-leyeh awak pesawat Enterprise) pernah berkata bahwa Borg sudah ada sejak bermilenia-milenia yang lalu. Tetapi lha wong namanya para penggila Star Trek itu beneran gendheng kok, lantas muncul beberapa versi cerita (yang tidak di filmkan) soal asal-usul tersebut di milis dan komik. Salah satu versi yang merupakan favoit saya adalah sebagai berikut;  Pada suatu waktu ada seorang raja yang mempunyai seorang putri (lha kok mirip putri salju ya awalnya?). Sang putri menderita suatu penyakit yang merusak tubuhnya. Tidak sebagaimana umumnya cerita raja yang putrinya sakit dan lantas bikin sayembara, raja ini malah memanggil para ahli ilmu pengetahuan untuk mengobati putrinya. Para ahli lantas menggunakan teknologi tercanggih yang mereka miliki, nano technology (nanotech) dan lantas robot-robot berukuran sangat renik (berukuran nano) dilepaskan ke dalam tubuh sang putri. Hanya saja para robot itu tidak diprogram untuk hanya menyembuhkan sang putri, tetapi juga diprogram untuk membuat sang putri menjadi sempurna. Bagian-bagian tubuh sang putri lantas dihilangkan, diganti atau ditambahi, sang putri menjadi mahluk baru ... ratu Borg pertama lahir dengan satu tujuan, untuk menjadi mahluk sempurna!

Dalam Star Trek, Borg digambarkan dengan berbagai sifat, ada yang digambarkan sebagai bangsa yang cuek, ndak mau ngganggu bangsa lain kecuali kalau diprovokasi. Dalam cerita lain Borg digambarkan sebagai bangsa yang sangat agresif, menyerang walaupun tanpa di provokasi. Diprovokasi atau tidak, jika Borg menyerang maka hanya ada dua pilihan bagi yang diserang, terima mati atau mau diasimilasi paksa. Cara satu-satunya untuk selamat adalah menghancurkan seluruh drone, karena dalam kamus Borg kata menyerah itu tidak ada dan ini bukan hanya semboyan. Ada banyak bertebaran di film-film Star Trek kata-kata kengerian yang terlontar tentang Borg, ini ada beberapa yang bisa saya kutip :

"In their Collective state, the Borg are utterly without mercy, driven on by will alone, the will to conquer. They are beyond redemption, beyond reason" (Jean-Luc Picard).

"The Borg Collective is like a force of nature. You don't feel anger toward a storm on the horizon, you just avoid it" (Bangsa Arturius).

atau yang nyeleneh bikin saya senyum,

"The Borg is the party poopers of the galaxy" (The Doctor kepada Seven of Nine yang "bekas" Borg dalam serial Star Trek: Voyager).

Bagi banyak mahluk, mereka lebih memilih mati daripada diasimilasi oleh Borg. Ini bukan soal harga diri, karena menurut mereka diasimilasi oleh Borg itu lebih mengerikan daripada kematian itu sendiri. Yang dimaksud dengan diasimilasi di sini adalah dijadikan drone oleh Borg drone. Cara borg mengasimilasi mahluk lain adalah dengan cara menyuntikkan nanobots (robot nano) ke tubuh mahluk hidup lain itu. Nanobots lantas bekerja merubah tubuh mahluk malang itu dari dalam. Pekerjaan selanjutnya, para drone mengiris, memotong, mencabut, mengganti dan menambahi bagian-bagian tubuh mahluk malang itu sehingga dia layak bergelar drone, bagian dari Borg. Langkah berikutnya adalah menamai drone baru itu sesuai dengan kedudukannya, fungsinya dan tempatnya bekerja ... Seven of Nine, Tertiary Adjunct of Unimatrix 01 ... suit suiiiiit, sekseeeh sungguh. Untuk setiap bangsa yang berhasil diasimilasi lantas diberi nomer. Jadi dalam Borg ada itu spesies 556 atau yang terkenal adalah spesies 125 yang lantas jadi ratu. Sebagai catatan, nomer urut mahasiswa saya dulu itu adalah 125 ... nomer cantik.

Senjata yang banyak digunakan dalam film Star Trek adalah phaser, pistol atau senapan sinar. Lha wong namanya sinar, kan gelombang elektromagnetik itu yang punya frekuensi. Dalam pelajaran fisika kan sudah diberitahu kalau yang namanya frekuensi itu bisa di saring. Borg sebenarnya tidak kebal senjata sinar itu, tapi kalau drone dibedil sinar begini, sebelum mati dia mengirimkan informasi pada frekuensi berapa senjata itu disetel. Informasi itu lantas menyebar ke semua drone lain yang ada di dekat tempat kejadian dan akibatnya semua drone di situ tau harus nyaring frekuensi berapa agar tidak modar atau semaput seperti bekas temannya yang di ssssssrt itu. Makanya cara efektif untuk melumpuhkan drone adalah dengan dikepruk, digebuki dengan catatan kalau kuat ... karena drone itu tenaganya luar biasa.

Pesawat Borg. Jangan membayangkan pesawat ruang angkasa Borg seperti pesawat ruang angkasa mahluk lain yang cantik dilihat dan aerodinamis. Bentuk aerodinamis adalah kesia-siaan di ruang angkasa yang hampa, hukum aerodinamika tidak berlaku, lha wong ndak ada udara atau cairan yang menghambat gerak pesawat kok. Bentuk pesawat ruang angkasa Borg adalah kubus pejal. Praktis, gampang nyucinya, ndak banyak tekukan kayak mobil mahal atau motor bebek itu. Kubus ini memiliki volume 28 kilometer kubik dan bisa mengangkut 200 ribu drones. Tidak seperti halnya pesawat ruang angkasa mahluk lain yang terbagi-bagi dengan jelas seperti ini ruang kemudi, ini ruang mesin, ini dapur, itu rumah sakit, ini wc, dst., pesawat Borg tidak begitu, semua bagian-bagian itu tersebar di seluruh pesawat dan oleh karenanya pesawat ini kadang tetap mampu bertempur walaupun sudah babak belur. Ini menjadikan pesawat Borg sebagai pesawat paling ditakuti. Dalam sebuah pertempuran besar di dekat bintang Wolf 359 yang ada di gugus bintang Leo, 1 pesawat Borg dikeroyok 40 pesawat federasi dan ketika pertempuran selesai dengan hancurnya pesawat Borg itu, hanya ada satu pesawat federasi yang tersisa ... Enterprise.

Ada banyak tokoh Borg yang lantas saya "akrabi", tetapi jika saya hanya boleh memilih satu untuk diceritakan, maka yang saya pilih adalah Locutus of Borg  (walaupun ingin sekali memilih Seven of Nine yang aduhai itu). Ini tokoh istimewa sekali, karena sebelum diasimilasi dan dinamai Locutus (penamaan seperti ini juga merupakan keanehan dalam dunia Borg) tokoh ini aslinya adalah Jean-Luc Picard sang kapten Enterprise. Kisah lengkap Picard dari mulai tertangkap, menjadi Borg, hingga bisa lepas dan kembali "normal" bisa disaksikan di episode The Best of Both World I dan II yang merupakan episode yang paling saya sukai. Terasimilasinya Picard ke dalam Borg memberikan keuntungan besar bagi Borg. Picard yang paham ini itunya United Federation of Planets (UFP) itu menjadi sumber pengetahuan yang sangat berharga bagi Borg, belum lagi pengetahuan Picard akan taktik perang. Babak belurnya UFP dalam pertempuran di Wolf 359 sebagian disebabkan oleh pengetahuan yang "diberikan" oleh Picard kepada Borg. Walaupun pada akhirnya Picard bisa dilepaskan dan disembuhkan, sisa-sisa Locutus tetap melekat dalam diri Picard.

Pada tulisan kemarin soal Star Trek saya menyebutkan bahwa Borg untuk saya memiliki cara hidup seperti semut. Nah, mungkin sampeyan sudah bisa melihatnya kenapa, tapi kalau belum jelas kira-kira begini. Ratu Borg dan ratu semut itu punya kemiripan yang sangat dalam mengatur anak buahnya (drone). Seluruh anggota koloni semut memiliki tugas yang jelas, ada tukang kebun, ada tukang ngasuh anak, pengangkut, tentara dsb. Borg juga begitu, setiap individu Borg (drone) memiliki tugas yang yang jelas. Kalau Borg mengasimilasi mahluk hidup lain untuk dijadikan budak, semut juga begitu. Ada jenis semut yang memiliki budak belian. Lho ... ada ini, betul. Semut ini menculik telur dan larva semut lain, lantas itu larva dan telur hasil nyulik dipelihara (tak lupa dicekoki berbagai hormon) dan sesudah besar dijadikan budak. Bahkan ada semut dari marga Polyergus dari Amerika Selatan lebih edan lagi, semut yang baru jadi ratu semut menyerang ratu semut koloni semut dari jenis lain, membunuh ratunya dan seluruh koloni semut itu diperbudaknya untuk merawat anak-anak yang dihasilkannya.

Asimilasi paksa gaya Borg dengan menyuntikan nanobots ke tubuh mahluk hidup lain juga terjadi di dunia nyata yang kita tinggali ini walaupun tidak dengan cara menyuntikkan nanobots. Ndak percaya? mari kita lihat. Coba tengok kehidupan di banyak kota besar dunia yang katanya menjurus ke arah pendahuluan kepentingan individu itu ... wah ndobos itu, yang ada adalah ke arah mendahulukan kepentingan segelintir orang yang lantas dinamai "kepentingan bersama".  Tengok saja orang-orang di Tokyo, penyeragaman itu tampak sangat mencolok, orang-orang diarahkan untuk menjadi budak "kepentingan bersama" itu. Perlawanan yang dilakukan sekumpulan orang dengan gaya Harajuku-nya dianggap sebagai penyempalan. Lihat pula para "salary man" itu, ber-jas gelap, celana gelap, berbaju putih dan berdasi gelap persis kayak Man in Black yang kehilangan cengdem (kacamata hitam) ... seragam. Maka tak heran kalau teman di kantor kemarin itu pada ternganga ketika saya ngantor pakai baju kaos saja, walaupun di kaosnya ada gambar pertunjukan tonil yang menurut saya bagus banget.

Para "salary man" ini juga tak berani pulang ke rumah sebelum atasannya beranjak dari meja kerjanya, dan para atasanpun seolah dibebani rasa malu jika pulang tepat waktu. Berani nyempal, maka para penyempal ini akan diberi cap antisosial dan dikucilkan. Bagi yang ndak kuat mengikuti aturan-aturan itu bisa tersisih dan lantas jadi gelandangan atau jadi peloncat yang ndak indah dari gedung bertingkat atau menabrakkan diri ke kereta api yang sedang melaju ... bunuh diri. Gejala begini memang terlihat jelas di Tokyo, tetapi tidak unik buat kota ini saja. Pada kadar yang lebih samar hal yang sama juga terjadi di London, Paris, New York, Singapura, Shanghai dan banyak kota besar lainnya, mungkin juga di Jakarta (haree genee kagak punya hp? antisosial lu).

Aturan main di dunia juga mulai diseragamkan di beberapa bidang. Coba tengok GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) yang ngurusi perdagangan barang dunia yang diributkan dengan sangat itu. Belum selesai masalahnya, GATT lantas berubah wujud menjadi WTO (World Trade Organization) yang tidak hanya ngurusi perdagangan barang, tetapi juga jasa. Ah ... kenapa ikutan WTO? ndak usah ndaftar saja ... lebih celaka lagi, bisa-bisa ndak ada rekanan dagang. Globalisasi memang menuntut penyeragaman dibanyak hal, yang namanya keunikan memang harus dibunuh.

Internet mencengkram dunia dan semakin lama semakin kuat cengkramannya. Saya bisa gelagapan kalau satu hari saja tidak terhubung dengan internet, lha gimana bisa majang artikel di blog? Dalam kejadian lain, memberi tahu teman sekantor yang berada di hadapan, kirim email, dan ini sudah terjadi, lha wong saya sering banget kok terima email dari rekan kantor yang duduknya persis di depan saya. Mana yang namanya omong-omong itu, seperti yang dilakukan Kang Mas Pecas dengan Paklik Isnogud. Komunikasi model begini harus dimatikan, karena mengganggu produktivitas kerja. Disuruh kerja kok malah ngobrol ... kalo chatting atau ngeblog ndak apa-apa, kan kelihatannya sibuk di depan layar monitor. Huh ... ndak pernah mau ngobrol, dasar individualis, antisosial ... begitukah? Lha nanti kalau ngobrol lantas  dicap korupsi waktu kerja dan itu melanggar aturan, dicap sak maunya sendiri (individualis) dan antisosial.

Menurut saya kita kok sedang diasimilasi ya, di-Borg-kan begitu. Keragaman yang indah itu mulai dihilangkan, perbedaan harus ditiadakan, Nadine Chandrawanita harus ngomong engres. Berani nolak ... ingat lho kata Borg "Resistance is Futile". Akan tetapi Hugh, salah satu Borg nyempal bilang, "resistance is not futile" ...

Mungkin karena ini pula saya suka Star Trek yang ada Borg-nya ... karena Borg-nya selalu kalah.

Dari berbagai sumber dan semua gambar diambil dari sini dan sini.


Posted at 01:13 am by Sir Mbilung

Hedi
August 5, 2006   03:57 AM PDT
 
saya kenal star trek dari sd, tapi justru ngeh soal borg waktu nonton terminator satu di smp :d

tapi ada lho borg yg jago main tenis, bjorn borg....:p
-tikabanget-
August 4, 2006   10:02 PM PDT
 
Star Trek kereeeennn..
Bukan masalah efek efek segala macem.
Tapi idenya di jaman itu lohh..
mpokb
August 4, 2006   07:21 PM PDT
 
wah, Borg itu bangsa tidak favorit buat aye, setelah Ferengi yg suka cekikikan tapi culas itu... tapi, tapi, bukankah dalam diri setiap orang ada sedikit sifat Ferengi, Klingon dan Vulcan?
kalo Borg dan borgisasi, ngeri juga yak... oh, tidaaakk..!!
Moes Jum
August 4, 2006   04:50 PM PDT
 
dari Star Trek ke Borg trus ke WTO sampe ke mana2 ... ndobosmu itu koq ya gak pake rem to .... hehehe. Ngomong2 WTO itu kan cuma penyeragaman yang tanpa tarrif utk produk2nya negara berkembang. Lha produk pertaniannya negara maju masih diproteksi. Itu mah bukan penyeragaman, tapi pe-mlokotho-an
koeaing!
August 4, 2006   12:17 PM PDT
 
spandjang iang ik tahoe, itoe borg iaitoe djaminan djikalaw kowe mistih oetang ka itoe pagadejan boeng.....
gandrik
August 4, 2006   10:09 AM PDT
 
kita bikin aja yok, - FBR, Forum Borg Rempug... "Resistance is Futile!!!"
Fitri
August 4, 2006   09:54 AM PDT
 
pakde nih patut kita angkat jadi juru dongeng terproduktif!
merahitam
August 4, 2006   04:29 AM PDT
 
Huah...Jadi penasaran. Pengen nonton versi lengkapnya. Besok kayaknya mesti hunting ke Ambasador. Eh, mas, borg itu rak cuma rekaannya si penulisnya toh? Ndak beneran ada kan? *lugu mode on*
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry