Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Monday, October 30, 2006
Ayo Dicicipi ... Sedikit Saja ...

Tiap kali lebaran ada satu hal yang "menyiksa" saya selain kemacetan lalu lintas *dalam gaya nyinyir*. Walaupun saya itu suka makan, apalagi sudah lama tak mengicipi masakan Indonesia, berat juga rasanya bolak-balik dipaksa makan hindangan standard lebaran sebangsanya opor ayam, sambel goreng ati, ketupat dan konco-konconya itu. Bukan karena saya kurang bersyukur padahal sudah diberi rejeki seperti itu, lagi pula toh tinggal menyuap saja. Akan tetapi, panjang usus saya itu bukannya tak berhingga seperti panjangnya kasih ibu kepada beta, rongga perut juga ada batasnya, walaupun lubang ikat pinggang sudah pindah dua lubang dan kalau mau tambah nyinyir, indra pengecap ini sampai hapal rasa makanan sebelum makanan masuk ke mulut.

Lantas, saya jadi menebak-nebak, bagaimana para peragawati, peragawan, foto model dan para insan wajib diet itu menyiasati lebaran. Bagaimana cara paling sopan untuk menolak hidangan yang disuguhkan oleh tuan rumah yang disambangi. Kalaupun akhirnya dengan jurus sejuta kelit, makanan bisa dihindari, lha minuman suguhan apa ya bisa juga tak disentuh? Perut asem dijejali kopi, kembung dijejali teh.

Sampeyan bagaimana? berapa kilogram makanan dan berapa liter air yang masuk perut dalam satu hari kunjungan?


Posted at 06:43 pm by Sir Mbilung

pinkina
November 2, 2006   07:39 PM PST
 
hahahaha.......
kmrn pas kunjungan ke rumah nenek di desa, hampir meletus nih perut kebanyakan minum es. Abisnya satu kampung semua dianggap sodara, dan semua menyilahkan duduk dan memberi minuman es, hihihihihi.....
bebex
November 2, 2006   01:28 AM PST
 
buanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!!!!!!!!
dirac
October 31, 2006   07:13 PM PST
 
zeroo.. ha wong nggak ada makanan.
april
October 31, 2006   11:48 AM PST
 
Ga keitung brapa kg+l makanan minuman msk pakdhe.... yg pasti keitung nambah 2 kg di akhir liburan.
yati
October 31, 2006   12:44 AM PST
 
masalahnya sama kale....
cara yang paling kekanakan...pulangnya ga pamit aja...abis salam2an langsung ngacir. kalo tamunya banyak

maaf lahir batin mas...
Nero
October 31, 2006   12:21 AM PST
 
gimana caranya biyar kembung?
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry