Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< November 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Thursday, November 09, 2006
Tetapi

Tetapi adalah kata yang sering saya hindari pemakaiannya, sangat hemat guna, terutama jika ada teman yang dengan sangat bersemangat  sedang mengemukakan idenya. Adalah kekejaman tak terperi jika ada teman yang sedang mengemukakan idenya lantas ditanggapi dengan "bagus sih, tetapi ....". Jika kata "tetapi" terlalu diumbar maka sebagai pengumbar, julukan sebagai orang yang bisanya protes bisa melekat erat. Tak sedap pula julukan itu. Lantas bagaimana caranya?

Coba ganti kata "tetapi" dengan "apalagi jika" dan perhatikan dua kalimat berikut. 1) "Idemu bagus, tetapi ....", 2) "Idemu bagus. Apalagi jika ...." .  Perhatikan tanda koma dan titik, sangat penting. Jika ditambah dengan keahlian bermain bahasa tubuh dan mimik muka, hasilnya akan luar biasa. Bayangkan ini, tahap pertama, saat mengucapkan kata "Idemu bagus." alis terangkat, ujung bibir ikut terangkat, mimik antusias. Lantas, pada tahap ke dua adalah saat diam, seolah berpikir, ibu jari dan telunjuk menempel di dagu dan jari-jari lainnya mengepal, cukup dua detik saja. Kemudian pada tahap ketiga dengan raut wajah yang serupa dengan tahap pertama, saatnya mengucapkan kata "Apalagi jika ..." dibarengi dengan telunjuk teracung dan ujung telunjuk berada pada posisi sejajar hidung. Mengikuti kata "Apalagi jika ..." adalah ide-ide anda.

Jika kata "Apalagi jika ..." ini digunakan secara beruntun dengan bijak, maka hasil akhirnya bisa jadi ide sampeyan yang akhirnya jadi, sementara ide teman tadi hilang ditelan kemegahan ide sampeyan. Lha lantas edannya lagi itu teman yang tadinya mengemukakan ide awal merasa turut memiliki produk jadinya dan bisa-bisa dia malah berterima kasih sampai bongkokan ke sampeyan. Dengan kata lain yang lebih langsung-langsung saja .... sampeyan sudah menyuruh orang melaksanakan apa yang sampeyan mau dan orang yang disuruh dengan riang gembira dan dipenuhi rasa terima kasih melakukannya.

Mind deception? mungkin saja, walaupun (*menghindari kata tetapi*) saya lebih suka memakai kata "friendly diversion". Dalam dunia organisasi atau kepanitiaan di Indonesia, kemampuan ini tampaknya diperlukan bagi orang-orang dengan posisi sebagai dewan penasehat atau dewan pengarah.


Posted at 08:59 pm by Sir Mbilung

bangsari
November 13, 2006   08:47 PM PST
 
waduh, kalo ini sudah tingkat bos. saya kurang mudeng itu pakde...
qq
November 11, 2006   07:02 PM PST
 
Bagus tulisannya Pakde, apalagi jika .... blablabla...hehhehee

Ini kata-kata yang paling sering Qq denger klo hasil kerjaanku udh menjalani masa evaluasi :)
Anang
November 11, 2006   12:10 AM PST
 
wah analisisnya sangat detail... saya suka bacanyaa.. mudah dimengerti.. keren keren... pasti banyak komentar yang bermunculan lagi dibawahku ini hehehe.... (diatas ya yang benar)...
april
November 10, 2006   10:17 AM PST
 
idenya bagus...lebih bgs lagi kalau....(bla...bla) itu gaya bule sini, beda bgt ma gaya sipit 'not so good' katanya
venus
November 10, 2006   12:09 AM PST
 
ohohoho...baru denger saya. boleh boleh. bagus nih...hehehe...

'bagus sih, apalagi jika....'

iya juga ya mas? :D
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry