Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< November 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Monday, November 13, 2006
Negeri Dingin yang Hangat

Saya bukan penari atau pedansa, badan saya tidak lentur bahkan cenderung kaku seperti gagang sapu. Tapi kali ini saya memberanikan diri untuk menari bersama-sama dengan penduduk desa yang ramahnya ndak ketulungan ini, saya menari Ceilidth (dibaca: keili), sebuah tarian rakyat yang dilakukan beramai-ramai dengan iringan musik yang riang gembira. Ya...saya ada di sebuah desa kecil di Skotlandia, sebuah desa bernama Corsock (hebat kalau bisa nemu di peta) yang terletak tak jauh dari sebuah kota bernama Castle Douglas (yang ndak ada castle-nya). Bagaimana pasalnya saya bisa terdampar di tempat tak tersohor ini? Begini kisahnya.

Akhir minggu, Cambridge diramalkan akan bercuaca mendung, berangin dan mungkin hujan. Seorang teman baik yang berumah di Skotlandia menelpon saya dan mengatakan menurut ramalan cuaca pada akhir pekan itu cuaca di tempatnya akan cerah. Saya memang sudah berkeinginan untuk dolan ke Skotlandia kali ini, hanya saja saya tidak ingin ke Edinburg atau tempat-tempat tujuan turis lainnya di highland sana. Lha kok teman yang mengundang ini kebetulan rumahnya bukan di tempat-tempat seperti itu. Dia tinggal di desa kecil bernama Corsock itu, sekitar 2 jam-an dari Glasgow yang merupakan kota terbesar di Skotlandia.

Begitulah, pada Sabtu siang yang sangat cerah saya berangkat ke Skotlandia dari Stanstead dan tiba di bandar udara Prestwick di Glasgow disambut dengan tipuan angin kencang, hujan rintik-rintik dan mendung tebal .... halaaaaah, ramalan cuaca kok ya hasilnya terbalik begini. Teman saya itu menyambut saya sambil berjingkrak-jingkrak riang persis seperti sedang bertemu dengan aktor pujaannya dan sambil nyerocos dia mengabarkan kalau nanti kami harus mengambil jalan memutar karena ada pohon yang tumbang ditiup angin kencang dan menutup jalan ke rumahnya (halaaaaah cuaca cerah mbelgedes). Pemandangan bukit-bukit hijau yang ditanami cemara dan diselingi warna-warna musim gugur yang kemerahan dari daun-daun pohon berdaun lebar, danau-danau kecil dan beberapa bekas puri dari abad pertengahan yang terserak di sana-sini membuat pemandangan di sepanjang jalan seperti di kartu pos wisata.

Di sepanjang jalan, teman satu ini sibuk nyerocos soal ini itu yang ada di sepanjang jalan dan akhirnya dia mengatakan kalau nanti malam di balai desa akan ada Ceilidth. Sudah lama saya mendengar tentang Ceilidth, hanya saja saya belum pernah menyaksikannya apa lagi berpartisipasi di acara itu dan saya mengangguk saja pada waktu dia mengajak saya untuk ikut. Acaranya sendiri baru mulai jam 8 malam, sehingga kami masih sempat menghangatkan diri dulu sambil bertukar cerita di depan perapian.

Masih ada waktu, sehingga kami memutuskan untuk berjalan dahulu ke pub (tempat minum-minum) desa yang ternyata dipenuhi banyak orang. Jim sang pemilik pub, yang diberinya nama Pringles, terheran-heran pada saat saya mengatakan kalau saya tidak minum alkohol, dan sembari terkekeh-kekeh dia menyiapkan minuman gratis untuk saya yang katanya berasal dari desa ini, segelas susu. Tidak seorangpun yang bercakap-cakap dengan saya di pub itu yang tahu di mana Indonesia (ndak heran), dan sebagian besar dari mereka juga belum pernah melihat orang Asia secara langsung sebelumnya dan sayapun jadi pusat perhatian dan pertanyaan (jarang-jarang ada kejadian begini).

Waktu Ceilidth telah tiba, sebagain besar orang di pub pindah ke balai desa yang juga sudah dipenuhi orang. Para pemusik sudah bersiap di panggung sederhana ini, the Corsock Ceilidth Band, begitu mereka menamakan dirinya. Acara dibuka dengan ucapan selamat datang dari seorang yang juga bertugas untuk memandu Ceilidth karena tak semua orang di balai desa ternyata yang bisa menari Ceilidth. Musik digenjreng ramai, berirama riang, dan tarianpun dimulai. Kaki dihentak-hentak, melangkah riang, berpegangan tangan, berputar-putar, bertepuk tangan, ada senyum dan tawa di mana-mana, sumringah pol.

Orang-orang seperti saya yang ndak ngerti blas apa yang harus dilakukan dan ke mana harus melangkah, membuat keteraturan menjadi kekacauan yang menyenangkan. Orang saling bertabrakan, terjatuh, salah arah melangkah dan sebangsanya. Tak sebagaimana joget dangdut di kampung, tak ada istilah senggol dikit golok, yang ada hanya senggol dikit tertawa. Begitulah Ceilidth yang berlangsung hingga lewat tengah malam yang nyaris tak ada putusnya.

Pada bagian akhir, semua orang yang ada di balai desa berdiri melingkar sambil berpegangan tangan dan bernyanyi Auld Lang Syne ... Sebuah tarian rakyat yang amat sangat menyenangkan .... dan megundang keringat. Skotlandia, negeri yang dingin tetapi hangat. Orang Skotlandia memang gila, tetapi Pak dokter satu ini lebih gila lagi, dia merubah nama saya menjadi Sir Mbilung MacNdobos.


Posted at 10:07 pm by Sir Mbilung

mbakDos
November 14, 2006   09:19 PM PST
 
sik sik... ini cerita tentang menari tho?! kok gak ada potonya sir mbilung lagi menari?!
tito
November 14, 2006   07:11 PM PST
 
asem dibilang lebih gila dari orang skotlandia!! Kalau nggilani iya sir!
qq
November 14, 2006   06:36 PM PST
 
Seru kayanya Pakde, Qq penasaran banget ama Skotlandia. Dosenku ada yang berasal dari sana, dikit-dikit cerita ttg Glasgow.... :)
bangsari
November 14, 2006   02:30 PM PST
 
susah dibayangkan, pakde yang kurus kerempeng itu harus menari dengan para raksasa. he..he..
pyuriko
November 14, 2006   01:28 PM PST
 
Koq ndak ada fotonya Pakdhe???
venus
November 14, 2006   10:56 AM PST
 
ketemu highlander gondrong yang immortal kyk di tivi ora ? :D
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry