Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< November 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Tuesday, November 14, 2006
Diplomasi Warung

Namanya juga menebak-nebak, isinya ya amat sangat jarang yang seluruhnya benar, bisa bangkrut badar lotere kalau benar terus nebaknya. Hanya saja, orang kok ya senangnya main tebak-tebakan, mengira-ngira, dan bisa jadi runyam urusannya kalau mengira-ngiranya itu soal cara hidup dan cara pandang. Kenyataan yang ada sekarang, apa-apa yang kita terima sering kali hanya sepotong-sepotong dan bahayanya lagi, informasi tidak lengkap begitu bisa jadi sumber salah pengertian. Lha ... ini soal apa toh? tidak ada yang serius sebenarnya, ini saya hanya mau ndongeng soal berbual-bual di pub desa kemarin itu.

Kalau sampeyan ditanya soal Skotlandia, yang keluar sebagai jawaban apa? Beberapa teman saya, dan juga dari komentar-komentar kota mbengok di blog ini, Skotlandia identik dengan kilt, bagpipes, whisky dan highlander. Sedikit variasi, ada yang menambahkan haggis, curly-walking-stick, kylies dan highland fling. Lantas, apa yang diketahui oleh para penduduk Desa Corsock di Skotlandia soal Indonesia? Nol .... sedikit tentang Asia dan mereka lantas menebak-nebak dengan liar. Tengok saja komentar mereka pada saat saya mengatakan Indonesia itu ada di Asia ... "yer eyes are bigger than Asian in the tellies" (matamu lebih besar dari orang Asia yang kami lihat di televisi), dan soal warna kulit "aye ... yer complexion is much darker" (warna kulitmu lebih gelap) begitu komentar mereka soal warna kulit saya tidak kuning tetapi coklat memikat.

Diplomasi kelas warung harus dilakukan, dan dalam hal berdiplomasi akan sangat baik jika dimulai dengan kesamaan, begitu pikir saya yang bukan diplomat ini. Jika mulai dari perbedaan, bisa-bisa malah kerusuhan yang didapat. Maka, di tengah kerumunan pengunjung pub, diplomasi dilakukan. Mereka berteman whisky, saya berteman susu hangat .... sama-sama minuman. Beginilah jadinya:

Kilt. Kain bermotif tartan -kotak-kotak- yang dipakai sebagai pakaian bagian bawah laki-laki Skotlandia (pinggang hingga lutut), seperti rok. Katanya, motif pada kilt juga dapat menunjukan dari clan (marga) mana mereka berasal, walaupun hal ini juga tak spenuhnya benar. Kilt sebenarnya tidak hanya dipakai oleh orang Skotlandia, tapi juga oleh orang dari Irlandia dan dari Wales, hanya saja Skotlandia lebih terkenal sebagai tempat pengguna kilt. Pakai apa laki-laki itu di balik kiltnya? Dahulu ya ndak pakai apa-apa, dibiarkan saja gondal-gandul itu "penghuni" kilt, walaupun beberapa ada yang menggunakan loin cloth sederhana. Pernah nonton film Braveheart? Di situ ada adegan di mana para pejuang Skotlandia pimpinan William Wallace memamerkan pantatnya kepada tentara Inggris. Lantas kalau orang Skotlandia punya kilt, Indonesia? Lha itu ... sarung yang motifnya juga banyak yang kotak-kotak walaupun kalau soal gondal-gandul, saya ndak komentar apa-apa.

Bagpipes. Ini alat musik orang Skotlandia walaupun sama halnya dengan kilt alat musik seperti bagpipes ada di banyak negara di dunia. Entah siapa yang pertamakali menancapkan suling di buntelan kantung udara begitu, yang jelas saat ini bagpipes identik dengan Skotlandia. Alat musik ini terdiri dari tiga bagian utama, kantung (Bag) itu sendiri yang aslinya terbuat dari kulit hewan yang dijahit membentuk kantung kedap udara. Pemusik meniupkan udara ke dalam kantung melalui blowstick atau blowpipe dan udara dikeluarkan lagi dengan menekan kantung ... jepitan kelek. Udara ini dialirkan ke Chanter atau melody pipe yang seperti suling, dari sinilah nada-nada musiknya keluar dan udara juga dialirkan ke drone yang berbentuk pipa dan hanya menghasilkan nada monoton saja. Pada bagpipes Skotlandia, ada 3 drones yang terdiri dari satu drone bass dan dua drones tenor. Kantong dikempit, lantas tiup-tiup dan tekan-tekan. Agak gelagapan saya mencari padanan bagpipes di Indonesia .... asal njeplak saja saya bilang... suling!!! Walaupun tak ada jurus kempit-kempit pada saat suling dimainkan, tapi prinsipnya toh sama, ditiup. Eh...ada ding suling dikempit di Indonesia, itu lho kalau ada pertunjukan orkes dangdut, penyulingnya suka ngempit suling di kelek juga pada saat suling sedang tidak dimainkan dan penyulingnya asik ikut bergoyang.   

Whisky. Apa ya mesti diterangkan juga ini barangnya seperti apa? Hanya saja untuk Skotlandia mereka menamainya Scotch Wisky, atau disingkat scotch, untuk membedakan dengan whisky lainnya barangkali. Bahan dasarnya bisa barley, jagung atau gandum, walaupun yang katanya enak itu whisky yang berbahan baku barley .... soal selera saja ini. Orang Skotlandia terkenal sebagai penenggak ulung. Hidup di tempat yang buat saya sedingin kulkas, tubuh mereka tampaknya perlu dihangatkan dengan bantuan scotch. Hanya saja sering pada bablas, keterusan ... maunya hangat dapatnya mendem. Naaah, soal minuman berakohol begini saya lantas bercerita lancar soal ciu, sopi, tuak, arak, cap tikus, anggur kolesom dan beberapa pengantar mendem lainnya.

Haggis. Lha, ini makanan khas Skotlandia. Haggis itu cacahan jeroan (hati, jantung dan paru) kambing yang dicampur bawang, oatmeal (bahan dasar bubur havermut) dan rempah-rempah mbuh apa dan lantas dijejalkan ke usus kambing. Cara masaknya direbus begitu saja. Penampakan luarnya mirip sosis hanya lebih gemuk. Karena jeroan di banyak negara Eropa dianggap sebagai buangan, maka haggis sering dijadikan sebagai bahan olok-olok sebagai makanan orang-orang liar. Lha...saya menghibur "orang-orang liar" tadi dengan bercerita soal makanan berbahan baku jeroan yang banyak terdapat di Indonesia. Tidak hanya itu, "orang-orang liar" tadi ternganga juga pada saat saya bercerita tentang lezatnya gulai otak.

Reeling. Ini nama lain dari tari-tarian tradisional Skotlandia atau Scottish Country Dancing. Tariannya diiringi musik riang gembira, dilakukan secara keroyokan dan menekankan pada kelincahan langkah kaki. Waah kalo soal nari beramai-ramai gitu ya banyak juga di Indonesia dan tentu saja jaipong, tayub, poco-poco, seudati dan saman tak terlewatkan. Tentu saja saya tak bercerita tentang tari bedoyo yang lamban.

Glen dan Loch. Lembah dan danau, bangga sekali orang-orang Skotlandia dengan ini. Mungkin karena mereka ndak punya gunung yang tinggi dan yang bisa memuntahkan lahar serta wedhus gembel, maka cerita mereka soal glen dan loch adalah soal betapa indahnya tempat-tempat itu di musim panas. Saya lantas bercerita tentang gunung-gunung api, keindahan dan kengerian yang bisa ditimbulkannya. Saya juga bercerita tentang Karakatau dan Tambora yang letusannya pada tahun 1815 menyebabkan Eropa kehilangan musim panasnya pada tahun 1816.

Highlander. Mereka terkekeh dahsyat pada saat saya menyinggung topik tentang highlander seperti yang ditayangkan di televisi, cerita tentang orang-orang abadi sampai kepalanya terpenggal dan pemenggalnya lantas disambar geledek, cerita tentang Connor dan Duncan MacLeod. Saya dikatai kebanyakan nonton film Amerika. Lha saya ya juga tahu kalau itu juga cuma cerita dan lantas saya bercerita soal santet. Ndak tau juga apa hasilnya kalau MacLeod itu disantet.



Begitulah cerita dari dua entitas yang berbeda yang dipisahkan oleh jarak yang jauh, meski begitu toh masih banyak kesamaan yang bisa ditemukan. Pada akhirnya salah satu dari mereka berkata "yer have an excellent country lad, and I drink for that" .... ting .... gelas wishky bertemu gelas susu, dan orang-orang di pub bersulang untuk Indonesia, negeri yang belum pernah mereka lihat.

Skotlandia, negeri yang dingin tetapi hangat, dengan orang-orang yang ramah. Pada saat saya pulang meninggalkan negeri ini, ada sebuah poster besar di bandara Prestwick, Glasgow yang berbunyi : "Scotland. The best small country in the world", dengan kata "small" ditulis kecil dan diwarnai hingga agak tersamar. Untuk Indonesia, kata "small" bisa dihilangkan .... Indonesia. The best country in the world". 


Posted at 03:45 am by Sir Mbilung

bangsari
November 16, 2006   12:16 PM PST
 
wah, seru tuh pakde. jangankan mereka, saya saja kalo dapat cerita mengenai perilaku/adat/kebiasaan suku lain di negeri ini masih sering takjub. koteka misalnya, kok mereka pake dan ndak lepas. apa tuh yang gondal-dandul harus berdiri terus supaya tak mlotrok?

soal scotlandia, saya ngga paham. bisanya manggut-manggut saja. he..he..
Name
November 15, 2006   10:38 AM PST
 
dhe...jenengan ga lupa ngomong kl [maap] terpedo kambing dibikin sate kan disini? ;)
fitri mohan
November 15, 2006   04:24 AM PST
 
saya heran kok bisa ada orang mengoperasikan bagpipes dengan baik. saya pernah nyoba niup, selalu "sodara-sodaranya" yang lain ikut-ikutan ke depan. mau dikempit kayak gimana, teteeeeep aja kayak poni rambut: geser-geser ke depan.

mungkin keleknya harus segede gajah kali ya.
tito
November 15, 2006   03:11 AM PST
 
Kok nggak bahas Nessie? Monster Lochness
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry