Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< November 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Wednesday, November 15, 2006
Twitcher

Hari ini di kantor ada beberapa orang yang harus saya temui, dan semuanya ndak ada. Salah saya juga, kenapa ndak pakai janjian dulu. Tetapi ada apa gerangan kok tiba-tiba banyak yang menghilang? Sedang cuti ternyata .... tapi kok ya barengan semua begitu? Selidik punya selidik ternyata itu orang-orang sedang ngejar burung dan ngejarnya ke tempat yang lumayan jauh dari Cambridge, mereka ke Dawlish di Devon sana .... kira-kira empat setengah jam ngebut dengan mobil dan mereka berangkat jam setengah empat pagi (harap dicatat, sekarang sudah musim gugur dan matahari ndak keluar hingga jam 7 pagi).

Lantas burung apa itu yang mau dilihat sampai membuat mereka tega mengorbankan cutinya? Ternyata sederek sedoyo, itu bukan burung langka, akan tetapi, inilah kali pertama burung ini terlihat di Eropa. Long-billed Murrelet (Brachyramphus perdix), begitu nama burung ini, adalah burung laut yang tempat tinggal normalnya adalah di Laut Pasifik Utara, mulai dari perairan Jepang hingga ke Laut Okhotsk di dekat Semenanjung Kamchatka. Kadang-kadang burung ini bisa saja nyasar ke Amerika Utara. Tapi kalau sampai nongol di Eropa begini, wajar saja jadi berita besar, lha wong nyasarnya ribuan mil begini. Lantas kegilaan yang masih sulit saya pahami inipun terjadi.

Bayangkan seekor burung yang ndak besar-besar amat, mengapung di laut, sementara ribuan orang dengan teropong mengarahkan pandangannya ke titik yang sama ... ke burung itu. Ribuan? ya ... ribuan, begitu berita dari BBC yang saya dapat. Kegilaan ini tampaknya masih akan terus berlanjut, karena yang minta ijin buat cuti masih ngantri.

Seharusnya saya ndak perlu terkaget-kaget dengan kegilaan ini. Para pengintai burung di Inggris memang dikenal gilanya. Bahkan ada sebutan sendiri bagi kelompok gila liat burung ini, twitcher. Kelompok ini betul-betul sinting, ekstrim malah. Di mana saja ada burung yang "langka" langsung dikejar. Jika birdwatcher biasa berbekal hanya teropong dan buku panduan pengenalan burung, kelompok ini masih ditambah dengan beeper (pager), hp dan kadang laptop yang terhubung dengan pusat pencatat burung langka. Pusat pencatat ini tidak memberikan akses cuma-cuma, harus berlangganan, bayar. Tidak jarang kendaraan para twitcher juga dilengkapi dengan peta berpemandu GPS (Global Positioning System) agar para twitcher bisa memilih jalan tersingkat menuju lokasi.

Sering ada cerita bagaimana burung nyasar pada suatu ketika memilih menclok di kebun seseorang. Maka...habislah kebunnya itu diserbu para twitcher. Atau bagaimana jalan yang mestinya bebas hambatan jadi macet karena ada burung langka menclok di pinggir jalan itu. Jadilah jalan bebas hambatan itu seperti lapangan parkir.

Pernah pada suatu ketika yang sudah agak lama, pintu kamar saya digedor dengan dahsyatnya di pagi buta. Lha saya yang masih kriyep-kriyep karena nyawanya belum ngumpul semua, nurut saja ketika diseret ikut untuk melihat burung yang katanya langka itu. Setelah bermobil dengan kecepatan tinggi selama dua jam lebih, tibalah kami di pinggiran pantai Norfolk yang berangin kecang dan bersuhu rendah. Tangan ini sudah susah memegang teropong karena gemetar kedinginan, sementara ada entah berapa ratus orang pagi itu yang sibuk nginceng semak belukar tempat burung itu bersembunyi. Lha kok ternyata burungnya "hanya" Siberian Thrush (Zoothera sibirica) yang pada saat-saat ini banyak dijumpai di Indonesia. Burung ini adalah burung migran yang berasal dari Siberia. Tentu saja saya misuh-misuh. Lha kalo yang begini saja banyak di Indonesia.

Indonesia dikaruniai kekayaan burung yang luar biasa, paling banyak jumlahnya se-Asia, di dunia nomer empat. Hanya saja yang namanya wisata pengamatan burung di Indonesia masih boleh dibilang sangat tertinggal dibandingkan dengan Thailand atau Malaysia. Wisatawan jenis ini sebenarnya adalah pasar yang sangat potensial. Dalam satu kali bepergian, ribuan dolar dihabiskan oleh seiap orang wisatawan, mereka hanya ingin melihat saja, ndak nangkep apalagi mau dimakan. Tambahan lagi, Indonesia memiliki ratusan jenis burung yang tidak terdapat di tempat lain di dunia, hanya ada di Indonesia, dan dalam soal burung unik ini, Indonesia ada di peringkat pertama di dunia.

Foto oleh Graham Catley dan diambil dari sini.


Posted at 04:48 am by Sir Mbilung

bangsari
November 16, 2006   12:23 PM PST
 
we lah. ternyata burung juga bisa diwisatakan dan sangat potensial ya? salut saya...
Moes Jum
November 16, 2006   12:38 AM PST
 
Hihihihiiii kalo jareku wisata birdwatching di Thailand itu maju karena juga tersedia (banyak) wisata sampingan model Sugumbit dan "gut prait aaa ... chip chip chip prait aaa ..."
jokoparadise
November 15, 2006   09:39 PM PST
 
kok mirip the mbombrok di belakang rumah saya ya, burung nya item yang bawah putih kakinya kuning,.. sukanya di semak-semak,.. ada lagi yang menyebutnya pitik-pitikan, trus burung yang laen kayak burung gemak yang larinya unik,.. setiap ada orang hanya muncul senak trus menghilang..

tapi jangan bilang-bilang para paparazi burung itu nanti rumahkku di serbu..
Iwan
November 15, 2006   11:09 AM PST
 
Dasar twitcher, kemana aja pasti di buru. Yang hebet lagi, informasinya yang begitu cepat sampai ke mereka. Bisa cerita sedikit pengorganisasiannya Kang? dari dulu saya penasaran, koq mereka bisa tau jenis A akan berada dimana pada saat kapan?
mbakDos
November 15, 2006   06:40 AM PST
 
makanya, ati2 kalo memenclokkan burung. kalok sampe ketauwan sama birdwatcher bisa diburu nanti sampeyan :D
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry