Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< May 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Saturday, May 06, 2006
Lho ... Kok Bisa?

Penjara, sebuah kata bersinonim banyak seperti Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan, Bui, Hotel Prodeo dan entah apa lagi.  Inilah tempat para "penjahat" dari yang kelas teri sampai yang kelas kapal induk bermukim untuk sebagian masa hidupnya. Entah mereka itu benar-benar jahat, terpaksa jahat, dibuat jahat, dipaksa ngaku jahat atau dicap jahat, tetapi yang sepertinya pasti penjara itu fungsinya untuk mengurung mereka yang di atau ter kategorikan jahat itu tadi. Saya sendiri belum pernah (mudah-mudahan begitu seterusnya) atau berminat untuk dimasukan atau memasukkan diri [seperti adik yang satu ini] ke penjara. Karena itu kali ini saya tidak ndobos, tetapi bertanya.

Ramai berita soal minggatnya Gunawan Santoso dari penjara yang katanya dijaga ketat. Lha kok bisa? Pesakitan yang kalo makan sate cuma boleh sate nir biting ini minggat dari LP Cipinang. Kapan persisnya dia minggat, saya ndak tau, lha wong saya ndak pernah diberitahu sama yang bersangkutan kok. Tetapi kata Pak Kapolda di sini, mungkin minggatnya sudah lama. Pak menteri juga punya cerita soal minggatnya pesakitan satu ini seperti yang ditulis di sini. Lha kok bisa?

Entah sudah berapa kali berita soal tahanan melarikan diri [walaupun mungkin juga minggatnya cuma jalan] itu menjadi berita. Ada yang tertangkap lagi ada juga yang raib. Sampeyan masih ingat Eddy Tanzil yang juga minggat dari Cipinang? Kalau lupa, mbok ya lain kali jangan makan Panadol. Entah bagaimana kabarnya orang yang mestinya sekarang sangat kaya raya ini. Ada yang tahu?

Rupanya keluar dari penjara sebelum waktunya bukan satu-satunya hal yang bisa menjadi berita, barang yang masukpun bisa jadi berita heboh. Ada cerita bagaimana para pesakitan pecandu obat awang-awang bersabu-sabu di penjara. Mestinya mereka memang layak masuk penjara, karena kata Pak Asmuni [atau Pak Timbul ya?], "lha wong babu-babu kok disedot". Mungkin mereka berpikir, kalau nyabu di penjara itu aman, gak bakal ditangkep pulisi. Tapi bagaimana barang itu bisa masuk penjara? Apa sampeyan tahu caranya?

Apa sampeyan ada yang masih ingat dengan ceritanya Sengkon dan Karta? Itu lho, terpidana mati, tidak salah tapi dikurung juga, walaupun akhirnya dibebaskan. Apa sampeyan ada yang tahu orang yang bernasib seperti Sengkon dan Karta yang sampai sekarang masih dikurung?

Lha, kalau ada yang tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya itu, mbok ya itu para aparat dikasih tahu.


Posted at 01:11 am by Sir Mbilung

Dian
May 6, 2006   04:55 AM PDT
 
kakkakkakkak..saya juga gak tau, mas.

mbokya kalo salah, langsung ditembak mati aja hwhahahha...kejam
merahitam
May 6, 2006   04:29 AM PDT
 
Absen Mas! Saya ndak tahu! Mari cari tahu sama-sama :)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry