Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< May 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Tuesday, May 30, 2006
rrrrrrrrrrrr

Pada hari Satu pagi lalu itu, bangun tidur ku terus aduh aduh, bukannya mandi dan sikat gigi. Punggung dan pinggang rasanya sakit sekali. Biyuh biyuh, nemen ini sakitnya. Dengan susah payah saya turun dari tempat tidur dan langsung menelpon teman yang rumahnya di dekat rumah saya. "Baik, saya datang ke tempatmu, ada klinik fisioterapi di dekat stasiun" begitu katanya. Fisioterapi??? Waaah...pijet ini, sedap betul. Ayo ayo ayo ...

Sudah lama saya tidak pijetan. Biasanya di Bogor itu kalau badan terasa remuk redam, bisa manggil tukang pijet langganan,  saya memanggilnya Bi Nyai. Remasannya Bi Nyai itu mantab pol, apalagi dia sering mijet sambil cerita. Macam-macamlah ceritanya, dari mulai soal tanahnya yang sering ditawar orang, sampai cerita masa kecilnya. Bi Nyai memang punya kebun, seribuan meter persegi, dan sering ditawar orang -- biasanya calo tanah. "Diical wae kitu den? Da eta nu bade meser pejabat ... sieun Bi Nyai mah". Kalau sudah begini saya jadi sok bijak, "Ulah atuh Bi Nyai. Naha pejabat teh nyingsiuenan, anu nyingsieunan mah arana penjahat sanes pejabat".

Balik lagi soal "pijetan" saya tadi. Teman itu datang naik skuter listriknya yang sering bikin saya tertawa itu. Lha wong dia itu kalau naik skuter dandanannya persis seperti pembalap MotoGP, padahal skuternya paling banter cuma bisa dikebut 40 km/jam di jalan rata. Dengan pinggang cenut-cenut, saya membonceng pembalap satu ini ke klinik fisioterapi itu.

Mungkin karena tidak ramai, saya bisa langsung ditangani. Periksa-periksa dulu, pencet sana pencet sini. Lantas dia nyerocos dalam Bahasa Jepang yang tidak saya pahami, dan teman pembalap saya itu juga pelit terjemahan, dia cuma bilang "OK kamu bisa di treatment sekarang".

Baju dilucuti dan saya disuruh tengkurep di tempat tidur yang ada bolongannya di bagian kepala. Lantas tukang pijetnya memperlihatkan benda-benda bunder pipih sambil nyerocos, saya manggut-manggut saja. Oooo ... ternyata punggung dan pinggang saya ditempeli alat itu. Lantas dia menunjukan 4 jarum panjang-panjang. Saya tidak manggut, tetapi ditusuk juga sayanya, nyaris tidak terasa. Teman pembalap yang setia mendampingi saya di samping ranjang pemijatan itu lantas berkata "Sekarang mereka akan mengalirkan listrik, kalau sakit bilang stop". Listrik ??!!! Lho, saya itu mau dipijet kok malah disetrum toh? Belum sempat protes .... rrrrrrrrrrrr .... setoooooop!

Otot saya mulai mengikuti irama kejutan listrik, kenceng ... kendor ... kenceng ... kendor. Setengah jam lamanya saya disetrum begini. Selesai disetrum, sang pembalap dan sang tukang pijet ngobrol lagi, sementara saya masih tengkurep keringetan. Tiba-tiba, muncul sang asisten tukang pijet sambil membawa plester panjang yang lantas ditempelkan di kiri dan kanan tulang belakang. Sang pembalap lantas berkata "OK, selesai sudah. Sekarang kamu saya antar pulang dan Senin pagi kamu saya jemput untuk treatment lagi". Lho ... mbayarnya? Ooo ternyata tagihan akan langsung dikirimkan ke kantor.

Senin pagi kemarin saya datang lagi. Kali ini dipijat sebentar, tapi ya tetap di setrum juga .... rrrrrrrrrrrr.


Posted at 12:14 am by Sir Mbilung

merahitam
June 2, 2006   01:46 AM PDT
 
Hehehehe...Jadi pengen nyobain :p
Eh, mas, postingan yang bahasa sunda, diterjemahin juga atuh. Saya nggak ngerti...
siberia
May 30, 2006   08:11 PM PDT
 
halah...komenku kok nggak masuk barusan ya..:(

kalo di tukang pijet langganan saya begini:

15 menit pertama, tidur di roller bed, bed ini yg mijit2 punggung dan betis. enak, terutama kalo lagi capek

15 mnt kedua, disetrum. biasanya saya milih bagian pundak, kadang2 boyok:P

15 mnt ketiga, baru pijet tangan, kayak di kampung. enak pool

pengen ke tukang pijet langganan saya? :D


Rara
May 30, 2006   05:38 PM PDT
 
Gilla.. aku ketawa sendiri. pas di rrrrrrrrrrrrrr... setooooooop!! Sama irama kejutan listriknya itu loh.. kenceng.. kendor.. kenceng.. kendor.. hahaha.. Wallahh, mdh2an aku ngga sakit pinggang lah.. Get well soon yo.. Ben ora disetrum terus.. :P
Mariskova
May 30, 2006   09:44 AM PDT
 
Oooo... ternyata disetrum toh. Aku tiap lewat klinik spt itu disini, cuma ngelirik pura-pura. Pengen nyobain, kirain kayak pijat refleksi. Kalo distrum ntar dulu deh.
Kemarin pake triak2 gak Pak?
Dian
May 30, 2006   04:24 AM PDT
 
ntar sembuh ya mas, kalo distrum ? masku sakit punggung bawah. tiap minggu ke chiropractic
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry